Saat ini pertumbuhan ekonomi terus melambat. Nilai rupiah terhadap d..." /> Bagaimana Memilih Investasi Tepat Saat Ekonomi Lemah??? - Training Risk Management Perbankan

Article

Published on September 18th, 2015 | by versha yunita

0

Bagaimana Memilih Investasi Tepat Saat Ekonomi Lemah???

Saat ini pertumbuhan ekonomi terus melambat. Nilai rupiah terhadap dolar Amerika terus menurun. Hal ini tentu berpengaruh terhadap dunia usaha. Melemahnya nilai pasar dapat dilihat dari IHSG yang cendrung terus turun. Namun kondisi ini bukan halangan untuk menginvestaskan uang di pasar saham.

Bahkan, bagi sebagian investor, saat harga-harga saham turun adalah saatnya untuk membeli, dengan harapan akan mendapatkan capital gain setelah pasar kembali normal. Namun investor juga harus berhati-hati, karena harga saham bisa jauh lebih turun dari harga beli.

Selain itu tidak semua perusahaan dapat menghadapi lemahnya ekonomi dengan baik. Berikut tips dalam memilih saham yang tepat saat ekonomi melemah :

  • Pilih Sektor yang Tepat

Cara pertama untuk memilih perusahaan yang tepat adalah dengan memilih sektor yang tepat. Pada saat ekonomi mengalami penurunan, sektor yang paling tahan banting adalah sektor infrastruktur, sektor barang konsumsi, dan sektor teknologi.

Sektor infrastruktur cendrung stabil pada saat resesi ekonomi diakibatkan kebutuhan akan infrastrur terus meningkat, selain itu untuk memicu perekonomian kembali, pemerintah biasanya menambah belanja dibidang infrastruktur.

Di lain pihak sektor konsumsi cenderung stabil karena porsi belanja untuk konsumsi merupakan komponen yang tidak bisa dihapuskan masyarakat. Sedangkan sektor teknologi bisa bertahan saat resesi karena cendrung cepat dalam melakukan inovasi.

  • Pilih perusahaan yang rutin membagikan deviden

Kedua, calon investor dapat memilih perusahaan yang dapat memberikan keuntungan deviden paling tidak sama dengan deposito. Pada saat resesi ekonomi harga saham cendrung terus turun dan tidak stabil. Jadi alih-alih mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga saham, investor perlu melirik perusahaan yang memberikan deviden secara rutin.

Perbandingan terhadap deposito dilakukan karena bunga deposito merupakan patokan keuntungan minimal yang layak di dapatkan investor. Jadi walaupun perkembangan harga saham tidak begitu menggembirakan, investor dapat mengandalkan keuntungan dari deviden. Jika harga saham juga naik maka investor tentu akan mendapatkan keuntungan lebih.

  • Memilih saham LQ45

Ketiga, calon investor dapat memilih saham yang berada pada indeks LQ45. Indeks ini merupakan kumpulan saham yang memiliki likuiditas tinggi. Artinya, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dinilai baik.

Hal ini penting karena likuiditas perusahan menjadi salah satu indikator penting perusahaan akan tetap bertahan. Saham-saham LQ45 memiliki resiko yang lebih rendah daripada saham non-LQ45.

  • Berinvestasi Jangka Panjang

Pada saat ekonomi melemah, harga saham cendrung mudah berubah dan turun. Tidak disarankan untuk melakukan pembelian saham untuk jangka pendek. Investor disarankan untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

Investasi pada jangka pendek memang menjanjikan kemungkinan mendapatkan return besar, namun juga diiringi dengan risiko kerugian lebih besar. Keuntungan dari investasi jangka panjang cendrung lebih stabil.

Warrent Buffet, legenda investor dari Amerika Serikat pernah berkata “I never invest in anything that I dont Understand”. Pelajarilah perusahaan yang ingin anda investasikan sebelum membeli sahamnya. Performa perusahaan yang baik akan diikuti dengan nilai saham yang juga naik. Selamat Berinvestasi.Saat ini pertumbuhan ekonomi terus melambat. Nilai rupiah terhadap dolar Amerika terus menurun. Hal ini tentu berpengaruh terhadap dunia usaha. Melemahnya nilai pasar dapat dilihat dari IHSG yang cendrung terus turun. Namun kondisi ini bukan halangan untuk menginvestaskan uang di pasar saham.

sumber : kompasiana.com

Tags: , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑