Bank Indonesia ingin meningkatkan keama..." /> BI: Kartu kredit PIN 6 digit, jika hilang bisa langsung diblokir - Training Risk Management Perbankan

News

Published on December 15th, 2014 | by riandi

0

BI: Kartu kredit PIN 6 digit, jika hilang bisa langsung diblokir

 Bank Indonesia ingin meningkatkan keamanan transaksi kartu kredit dengan penggunaan Personal Identification Number (PIN) enam digit. Sebelumnya, pengesahan transaksi kartu kredit hanya berdasarkan tanda tangan pemilik.

“Pake PIN lebih aman daripada tanda tangan. Kalau kartu hilang bisa langsung telepon untuk diblokir,” ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Yacob, di Surabaya, Sabtu (13/2).

Awalnya, lanjut Peter, bank sentral mewajibkan seluruh penerbitan kartu baru dan perpanjangan oleh penerbit kartu kredit di Indonesia menggunakan PIN 6 digit mulai 1 Januari 2015. Namun, waktu pelaksanaan dimundurkan enam bulan, lantaran penerbit kartu kredit dan masyarakat dinilai belum siap.

“Kalau belum siap kan nggak bisa dipaksa,” kata Peter. “Jadi penggunaan PIN 6 digit kartu kredit akan dilakukan pada 1 Juli 2015,” katanya.

Sekedar menambahkan, BI bakal merevisi Surat Edaran No.14/17/DASP tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu, khususnya mengenai implementasi PIN 6 digit atas transaksi kartu kredit.

Perubahan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, terhitung sejak 1 Juli 2015 seluruh penerbitan kartu baru dan kartu perpanjangan atau renewal oleh penerbit kartu kredit di Indonesia wajib telah menggunakan PIN 6 digit.

Kartu lama yang belum jatuh waktu penggantian, tetap dapat digunakan oleh pemegang kartu. Namun saat jatuh tempo, kartu lama harus diganti dengan kartu dengan PIN 6 digit.

Kedua, seluruh acquirer kartu kredit diwajibkan mengganti atau meningkatkan standar keamanan pada seluruh electronic data capture (EDC) dan host system sehingga dapat memproses transaksi kartu kredit dengan PIN 6 digit. Kewajiban ini harus dipenuhi paling lambat 30 Juni 2015.

Ketiga, BI memberikan masa transisi sampai dengan 30 Juni 2020. Dimana penerbit dapat memproses transaksi kartu kredit dengan menggunakan tanda tangan atau PIN 6 digit sebagai alat autentikasi dan verifikasi.

Dengan kata lain, mulai saat itu, pemegang kartu kredit tidak boleh lagi menggunakan tanda tangan sebagai sarana verifikasi dan autentikasi transaksi. Kecuali, transaksi kartu kredit dari penerbit luar negeri atau transaksi di negara lain yang masih menerapkan verifikasi dan autentikasi dengan tanda tangan.

Sumber: Merdeka.com

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑