Article

Published on May 12th, 2015 | by versha yunita

0

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN

Manajemen Risiko Perbankan, sebenarnya managemen risiko diperlukan bukan hanya di dunia perbankan namun dapat juga diterapkan di berbagai aktivitas. Faktor risiko yang dipertimbangkan akan berbeda dari aktivitas yang satu dengan yang lain. Dalam dunia perbankan, hal tersebut sangat menarik untuk disimak mengingat faktor risiko yang terjadi dapat bersumber dari berbagai faktor serta definisi risikonya terbatas menyangkut kepada kerugian yang mungkin timbul di masa mendatang. Dalam hal ini, Manajemen Risiko Perbankan diharapkan dapat mengendalikan risiko-risiko yang mungkin timbul untuk mengurangi kerugian apabila terjadi.

Perbankan di Indonesia tentunya sudah melakukan analisis-analisis dan teknik yang berkaitan dengan upaya untuk mengurangi kerugian yang timbul dimasa mendatang melalui proses pengelolaan risiko kredit seperti analisis kredit. Kegiatan demikian sudah merupakan salah satu dalam proses pengendalian risiko, sehingga kalau dikatakan bahwa perbankan di Indonesia sama sekali belum menerapkan pengendalian risiko juga tidak sepenuhnya valid. Namun demikian pendekatan dalam pengendalian risiko masih menggunakan teknik dan pendekatan konvensional, sehingga efektivitasnya masih dipertanyakan, belum efektif dan perlu diuji kembali konsistensi penerapannya.

Mengacu pada ketentuan Bank Indonesia PBI No 5/8/PBI/2003 dan perubahannya No 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, terdapat 8 (delapan) risiko yang harus dikelola bank.

 

8 jenis risiko

  Gambar 1 : jenis-jenis risiko perbankan

Penerapan  manajemen  risiko  di samping  sudah  menjadi  suatu  kebutuhan  bagi  dunia perbankan dalam  meningkatkan  kinerja  usaha  bank,  juga  sudah  merupakan  keharusan  menurut ketentuan  Bank  Indonesia  dalam  Surat  Edaran  Bank  Indonesia  Nomor  5/2/DPNP/2003. Pengelolaan profil  risiko dalam  proses  penerapan  manajemen  risiko  perbankan  di Indonesia tentu tidak  mudah  untuk dilakukan.  Permasalahan  yang  muncul  adalah  bagaimana  mengelola manajemen  risiko  pada  bank agar  fungsi  intermediari  perbankan  tetap  konsisten  dan  terpadu.

Implementasi Standar Basel II dengan lebih memfokuskan peningkatan kualitas manajemen risiko di setiap profil risiko dinilai baik bagi pengendalian risiko perbankan (Bank  for International Settlement , 2005). Namun tidak menghilangkan kemungkinan berbagai kendalaakan dihadapi oleh perbankan Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung akanberdampak pada keefektivitasan penerapan manajemen risiko tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengelola manajemen risiko pada perbankan di Indonesia.

 

Sumber : Teta, Banking Professionals Development And Risk Management Specialist

 

 

 

 

 

 

Tags: , , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑