Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 ..." /> PENILAIAN KESEHATAN PERBANKAN - Training Risk Management Perbankan

Article

Published on May 19th, 2015 | by riandi

0

PENILAIAN KESEHATAN PERBANKAN

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4382) Bank wajib melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara triwulanan. 

Sehubungan dengan hal tersebut perlu diatur ketentuan pelaksanaan penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dalam suatu Surat Edaran Bank Indonesia dengan pokok-pokok ketentuan sebagai berikut:

1. Dengan semakin meningkatnya kompleksitas usaha dan profil risiko, Bank perlu mengidentifikasi permasalahan yang mungkin timbul dari operasional Bank. Bagi perbankan, hasil akhir penilaian kondisi Bank tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam menetapkan strategi usaha di waktu yang akan datang sedangkan bagi Bank Indonesia antara lain digunakan sebagai sarana penetapan danimplementasi strategi pengawasan Bank oleh Bank Indonesia.

2. Tingkat Kesehatan Bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu Bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas aset, manajemen, rentabilitas, likuiditas, dan sensitivitas terhadap risiko pasar. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur  judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari faktor-faktor penilaianserta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional.

II. FAKTOR PENILAIAN

1. Penilaian tingkat kesehatan Bank mencakup penilaian terhadap faktor faktor
CAMELS yang terdiri dari:

a. Permodalan (Capital)
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor permodalan
antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponensebagai berikut:
1) kecukupan pemenuhan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku;
2) komposisi permodalan;
3) trend ke depan atau proyeksi KPMM;
4) aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan modal Bank;
5) kemampuan Bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (labaditahan);
6) rencana permodalan Bank untuk mendukung pertumbuhan usaha;
7) akses kepada sumber permodalan; dan
8) kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan Bank
Deposito dan Sertifikat Deposito

Ada beberapa perbedaan antara Deposito dan Sertifikat Deposito, hal ini perlu diketahui bagi masyarakat khususnya yang baru saja ingin memulai hubungan dengan perbankan, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan kemudahan dan pelayanan yang terbaik dari Dunia Perbankan Di Indonesia.

Materi ini meliputi beberapa pengetahuan dasar mengenai Deposito dan Sertifikat Deposito, seperti tersebut dibawah ini:

1. Mengerahui pengertian Deposito dan Sertifikat Deposito
2. Dapat Mengenal manfaat dan risiko yang melekat pada produk Deposito
3. Mengetahui persyaratan-persyaratan apabila ingin membuka rekening Deposito
4. Dapat menghitung Bunga Deposito dan Sertifikat Deposito
5. Mengetahui jangka waktu berlakunya produk
6. Dapat membedakan secara jelas mengenai Deposito dan Sertifikat Deposito
7. Mengetahui Rumus perhitungan bunga

sumber: ilmuperbankan.blogspot.com

Tags: , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑