Article

Published on April 6th, 2015 | by riandi

0

Perkembangan Manajemen Resiko

 

  1. Basel I (Basel Capital Accord) Tahun 1988

Dua tujuan fundamental dari the Basel Committee adalah:

  • Memperkuat kerangka dasar budaya (saoundness) dan stabilitas atas sistem perbankan internasional.
  • Menciptakan kerangka dasar yang konsisten dan tidak memihak (fair) bagi bank-bank diberbagai negara dengan sumberdaya berbeda yang aktif menjalankan kegiatan operasional perbankan secara internasional. Kerangka dasar tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengurangi kesenjangan daya saing antar bank-bank yang menjalankan kegiatan secara internasional.

Upaya awal dari Basel Committee untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan mempublikasikan Basel Capital Accord pada tahun 1988 atau yang lebih dikenal dengan Basel I.  Ide utama dari Basel I adalah upaya menciptakan adanya metodologi yang standar untuk  menghitung kebutuhan modal bank berdasarkan risiko yang dihadapi bank.

Basel I tersebut hanya membahas tentang perhitungan kebutuhan modal untuk menutup risiko kredit.

Dua konsep penting yang mendasar perhitungan kebutuhan modal adalah Aktiva tertimbang menurut risiko (Risk-weighted assets) dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio).

  1. Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)

Aktiva tertimbang menurut risiko adalah aktiva didalam neraca bank (on balance sheet dan off-balance sheet) berdasarkan bobot tertentu untuk menetapkan besarnya asset berisiko. Asset berisiko tersebut merupakan dasar yang digunakan untuk menghitung kebutuhan modal bank untuk menutup risiko kredit.

 

Berdasarkan bobot yang digunakan dalam menghitung aktiva tertimbang menurut risiko ditetapkan oleh Komite Basel yang besarnya berkisar antara 0% s/d 100%. Daftar kelompok assetsdan bobot masing-masing risiko adalah sebagai berikut :

 

Kelompok Assets Bobot Risiko (%)
Cash 0
Domestic and OECD central government 0
Government lending OECD*) 0
Domestic and OECD public sector and local government 0 to 50
Interbank (OECD) and international development banks 20
Non-OECD bank <1 year 20
Mortgage Lending (first charge on residential property) 50
Corporate and unsecured personal debt 100
Non-OECD bank >1 year 100
Non-OECD government debt 100

 

*) OECD : Economic Co-operation and Development adalah suatu kelompok yang terdiri dari 30 negara yang memberikan komitmen untuk perkembangan demokrasi dan ekonomi pasar.

Perlu diingat juga bahwa Komite Basel juga memberi keleluasaan kepada bank sentral masing-masing negara dalam menetapkan bobot risiko beberapa jenis assets.

  1. Perhitungan Kebutuhan Kecukupan Modal (KPMM)

Basel I menetapkan kebutuhan modal bank didasarkan pada risiko. Setelah bank mengidentifikasi dan menghitung assets yang berisiko, selanjutnya dikalikan dengan bobot masing-masing kelompok assets.

Rasio kecukupan modal diperoleh dengan membagi modal bank untuk menutup risiko kredit dengan risk weighted assets atau dengan formula sebagai berikut :

 

Eligible capital      x 100 = ratio (%)

ATMR

 

Basel 1 menetapkan bahwa modal minimal untuk menutup risiko kredit adalah 8%. Rasio minimal 8% tersebut merupakan rekomendasi Basel Komite sedangkan regulator masing-masing negara dapat menetapkan lebih tinggi.

Formula perhitungan modal untuk menutup risiko kredit sering mendapatkan kritik bahwa formulasi tersebut tidak sensitif terhadap risiko yang dihadapi masing-masing bank. Dengan kata lain, masing-masing bank memiliki bisnis dan risiko yang khusus namun Komite Basel hanya menetapkan satu formula untuk seluruh bank (one size fit all).

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑