News

Published on June 9th, 2015 | by riandi

0

Rupiah Ambruk, BI Pastikan Indonesia‎ Masih Aman

Bogor – Nilai tukar rupiah tergelincir ke level 13.295 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Reuters, level tersebut merupakan terendah sejak Agustus 1998.

Menanggapi pelemahan rupiah tersebut, Bank Indonesia memastikan meski yang terparah sejak krisis moneter 1998, namun Indonesia dipastikan tidak akan mengalami kejadian yang sama.

“Ini kan tertinggi, tapi berbeda fundamentalnya. Jadi walaupun menurun pertumbuhan‎nya tapi relatif sektor keuangan cukup kuat,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah saat ditemui di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (5/6/2015).

Halim menjelaskan pelemahan rupiah kali ini dipengaruhi oleh faktor yang beragam mulai dari luar negeri hingga faktor dalam negeri.

Untuk faktor eksternal, Halim menjelaskan‎ sentimen Bank Sentral AS yang mengindikasikan akan menyesuaikan tingkat suku bunga dan negosiasi Yunani dalam menyelesaikan persoalan utangnya tidak berjalan baik menjadi faktor utama pelemahan rupiah.

Sementara untuk faktor dalam negeri, tingginya angka inflasi pada bulan Mei 2015 sebesar 0,5 persen menjadi interpretasi market terhadap ekonomi Indonesia.

‎”Jadi ada kombinasi seperti itu, ditambah permintaan dolar akhir bulan Mei memang tinggi,” tegas Halim.

Namun demikian Bank Indonesia mengaku akan selalu siaga dan akan ada di pasar demi menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah tidak terlalu tinggi.

Seperti diketahui,‎ rupiah telah melemah lebih dari 6,5 persen ke level 13.293 per dolar AS sepanjang tahun ini dan memimpin pelemahan nilai tukar mata uang di kawasan Asia.

Melansir data valuta asing Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah 0,05 persen ke level 13.288 per dolar AS setelah ditutup melemah di level 13.281 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya. Di sesi awal perdagangan, nilai tukar rupiah masih berfluktuasi melemah di kisaran 13.277 per dolar AS hingga 13.297 per dolar AS.

Sebagian besar analis yang disurvei Bloomberg bahkan mengatakan, rupiah dapat melemah lebih parah ke kisaran 13.500 per dolar AS pada akhir tahun nanti.

Angka tersebut merupakan level terendah dalam 17 tahun terakhir sejak Agustus 1998, saat Indonesia terkena krisis finansial yang mendorong masyarakat menurunkan mantan presiden Soeharto dari jabatannya. ‎ (Yas/Ndw)

sumber: bisnis.liputan6.com

Tags: , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑