News

Published on June 8th, 2015 | by riandi

0

Rupiah Kembali ke Titik Krismon 1998, Ini Kata Deputi Gubernur BI

Bogor -Nilai tukar rupiah kemarin melemah cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dolar bahkan menembus level Rp 13.300, yang merupakan level setara krisis moneter 1998.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengungkapkan kondisi tersebut lebih dikarenakan faktor eksternal. Salah satunya karena makin kuatnya indikator Bank Sentral AS The Fed‎ untuk menaikan suku bunga.

“Pertama pernyataan Gubernur Bank Sentral AS bahwa melihat posisi domestik AS yang sudah mulai recover dan beberapa indikator terkait inflasi sudah mulai naik. Mereka memberikan sinyal bahwa bank Sentral AS mungkin siap-siap naikan suku bunga,” ungkapnya di Istana Bogor, Jumat (5/6/2015)

“Kedua karena negosiasi utang Yunani nggak begitu bagus. Kan aturannya utang itu harus selesai pada 5 Juni, tapi kemudian diperpanjang sampai 30 Juni,” jelas Halim.

Pengaruh lain juga datang dari dalam negeri. Khususnya akibat laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyampaikan inflasi pada Mei sebesar 0,50%.‎ Kemudian meningkatkan permintaan dolar AS oleh perusahaan untuk pembayaran utang.

“Di dalam indonesia sendiri, inflasi 0,50% itu membuat khawatir. Jadi ada kombinasi seperti itu. Ditambah permintaan dolar akhir bulan Mei memang tinggi,” terang Halim.

Lihat lonjakan dolar AS kemarin dalam grafik dibawah. Pelemahan rupiah juga termasuk yang paling parah dibandingkan mata uang negara Asia lainnya.

(mkl/ang)

sumber: finance.detik.com

perbankan,training bsmr,pelatihan manajemen resiko,manajemen resiko perbankan,pelatihan perbankan,training sertifikasi perbankan,sertifikasi perbankan

Foto: Reuters

Jakarta -Nilai tukar rupiah hari ini melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Paman Sam ini hampir menembus Rp 13.300.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2015), dolar AS pagi tadi dibuka di kisaran Rp 13.225, lebih tinggi dari posisi perdagangan kemarin di Rp 13.215.

Indeks masih bergerak di kisaran yang tidak jauh berbeda di awal-awal perdagangan. Namun memasuki siang hari ini dolar AS langsung melesat hingga ke titik tertingginya hari ini di Rp 13.275.

Posisi terendah dolar AS pada perdagangan hari ini ada di level Rp 13.220. Perbankan dalam negeri masih menjual dolar AS di bawah Rp 13.300.

(ang/rrd) 

sumber: finance.detik.com

Tags: , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑